Pemkab Enrekang dan UNIMEN Bangun kerja sama riset pertanian digital dengan Belanda

ENREKANG, Ummaspul.ac.id — Bupati Enrekang meluncurkan (launching) kerjasama dengan pemerintah dan Universitas Belanda proyek pengembangan Digital Farmer Field School (DFFS) di Aula Kampus I UNIMEN, Enrekang, Rabu (13/1/2021). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dituangkan dalam MoU yang ditanda tangani pada bulan November 2019 lalu.

Kerjasama pengambangan Digital Farmer Field School (DFFS) atau Sekolah Lapangan Digital ini tak lepas dari empat pihak yang terlibat di dalamnya antara lain, Pemerintah Belanda (NESO Indonesia), Pemerintah Kabupaten Enrekang, Van Hall Larensteyn University dan Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN).

Bupati Enrekang, MB dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Belanda atas kerjasama yang terlaksana ini.

“Apresiasi kepada Pemerintah Belanda yang telah memilih Kabupaten Enrekang dan Universitas Muhammadiyah Enrekang sebagai tempat kerjasama dalam program ini,” ujar Bupati Enrekang.

MB berharap, kepada semua peserta yang ikut dalam DFFS ini mampu mengambil ilmu sebanyak mungkin terlebih rujukannya adalah kampus ternama dunia.

“Harapannya dengan DFFS ini, dapat dimanfaatkan oleh para penyuluh untuk bertukar informasi dengan petani yang dapat membantu mereka meningkatkan produski hasil pertaniannya,” harapnya.

Bupati Enrekang juga menambahkan bahwa kegiatan ini masuk dalam program jangka panjang yang akan dinikmati oleh generasi penerus bangsa.

“Ini adalah program jangka panjang, kalaupun tidak di nikmati hari ini, biarlah anak cucu kita yang menikmati di kemudian hari,” tambah MB.

Sementara Rektor UNIMEN, Drs. Yunus Busa, M. Si., tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya atas kepercayaan para pihak yang terkait sehingga melibatkan Universitas Muhammadiyah Enrekang dalam Program kerjama ini.

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Unimen, karena terlibat dalam program kerjasama dunia segi empat emas, (Pemerintah Belanda melalui Neso Indonesia), Pemerintah Kabupaten Enrekang, Van Hall Larenstein University dan Universitas Muhammadiyah Enrekang). Sebagai wujud keseriusan dan komitmen Universitas Muhammadiyah Enrekang dalam mengembangkan dan menyukseskan Program DFFS dimaksud, maka Unimen membentuk Pusat Studi (Research Center) Komunikasi, Sosial Ekologi, Pembelajaran, Lingkungan Berkelanjutan /Vommunication Sosial Ecologycal Learning Sustaynable Environmental (CoSeLSe),” ungkap Rektor UNIMEN.

Menurut Rektor, keterlibatan UNIMEN dalam kegiatan DFFS ini adalah bagian dari implementasi catur darma perguruan tinggi, sebagai satu-satunya Universitas di Enrekang dan akan bersungguh-sungguh dalam program DFFS ini.

“Untuk proses pelatihannya akan berlangsung selama enam bulan kedepan melalui virtual dan pelaksanaannya sekali pertemuan dalam satu pekan, kita tentu berharap para peserta memperoleh ilmu baru untuk kita terapkan dalam perguruan tinggi UNIMEN,” tambahnya.

Adapun peserta yang ikut Launching DFFS dan MoU secara Online dan Ofline antara lain, Mr. Peter van Tuijl, Direktur NESO Indonesia, Ms. Saskia Heins, Research Dyrector Van Hall Larenstein University, Mr. Jan Fliervoet, Project Manager, Ms Loes Witteveen, International DFFS coordinator/Ketua Tim Pelatih DFFS, Ms. Pleun van Arensbergen, Tim pelatih DFFS dari VHL, Dr. Rico Lie, Wageningen University. Bupati Enrekang, Pejabat lingkup OPD Kabupaten Enrekang, Rektor dan Civitas Akademika UNIMEN, para peserta Pelatihan Design DFFS dan perwakilan Kelompok Tani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *