Masa Covid-19: Pendidikan Luar Sekolah Sebagai Alternatif

Oleh Saidang, S.Pd.,M.Si. (Plt. Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Enrekang)

Opini, ummaspul.ac.id — Hari Pendidikan Nasional tahun ini ditengah pandemic wabah corona virus disease 19 atau disingkat dengan Covid-19 dirayakan dengan cara yang berbeda karena terkait protokol kesehatan yang sangat ketat dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus dengan tetap di rumah saja (stay at home), bekerja di rumah saja (work from home), ibadah di rumah saja (pray from home), social distancing, physical distancing, dan sebagainya. Sebuah istilah-istilah yang semua bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Inilah yang berbeda dari peringatan hari Pendidikan Nasional tahun ini.

Kegiatan pembelajaran di sekolah juga dilakukan di rumah saja, menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah karena sekolah harus menyiapkan fasilitas pendukung pembelajaran di rumah, sekolah juga harus membangun komunikasi dan kerjasama dengan orang tua siswa dalam rangka berlangsungnya pembelajaran, orang tua juga tiba-tiba menjadi guru dadakan mengganti peran guru di sekolah.

Masalah yang muncul kemudian adalah ketidaksiapan pihak sekolah dan orang tua menerima cara belajar baru di tengah pandemic seperti ini. Karena mereka terbiasa dengan membelajarkan anaknya di sekolah sehingga muncul meme-meme di media social yang menceritakan tentang orang tua yang menjadi guru dadakan.

Fasilitas yang mendukung komunikasi online antara guru dan siswa menjadi masalah baru karena sekolah dengan cara online guru harus menyiapkan materi dan media pembelajaran yang bisa diakses pelajar di rumah masing-masing. Pelajar atau siswa juga harus mampu mengakses materi yang disiapkan guru dan semua ini berimplikasi pada kebutuhan biaya untuk bisa mengakses data internet dalam jumlah tertentu.

Belum lagi kita bicarakan tentang akses internet di daerah pelosok atau daerah tertentu yang tidak dijangkau jaringan internet, siswa yang domisili di daerah yang jaringan internetnya sulit ini menjadi masalah tersendiri karena untuk mengakses materi pelajaran dari sekolah mereka harus mendatangi tempat-tempat tertentu atau sekaligus datang di sekolah yang potensial penyebaran virus sangat mudah di tempat itu.

Masalah lain yang muncul adalah orang tua yang tiba-tiba menjadi guru dadakan karena peran guru di sekolah digantikan orang tua di rumah. Orang tua atau keluarga tiba-tiba harus menjadi lembaga pendidikan baru, meskipun pada dasarnya keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama akan tetapi dengan pandemic seperti ini peran keluarga lebih diperluas karena selain mengajarkan pendidikan yang berbasis nilai dengan mengajarkan pendidikan agama, budi pekerti yang baik juga harus mengajarkan pendidikan berbasis akademik dalam rangka membantu pengajaran yang dilakukan guru dari sekolah.

Pendidikan keluarga yang selama ini banyak diabaikan orang menjadi penting, asumsi bahwa pendidikan cukup yang diberikan di sekolah saja. Banyak orang tua tidak peduli lagi dengan pendidikan anaknya di sekolah apalagi dengan sekolah yang selama ini digratiskan memperparah perhatian orang tua terhadap pendidikan anaknya karena secara materil mereka tidak mengeleluarkan biaya banyak untuk menyekolahkan anaknya sampai selesai. Beda kalau misalnya orang tua membayar biaya pendidikan anaknya tentu mereka harus memperhatikan perkembangan pendidikan anaknya karena biaya yang dikeluarkan sudah sangat banyak.

Dengan munculnya pandemic seperti sekarang ini otomatis peran orang tua dan keluarga harus menggantikan peran sekolah untuk mendidik anak-anak mereka dituntut harus maksimal. Jenis pendidikan luar sekolah ini banyak tidak diminati karena dianggap tidak mendatangkan profit padahal ternyata sangat dibutuhkan kapan dan dimana saja. Sekaranglah saatnya Program Pendidikan Luar Sekolah atau Pendidikan Nonformal harus menunjukkan eksistensinya sebagai program pendidikan alternative yang tidak pernah berhenti sepanjang masa. Jargon pendidikan seumur hidup (long life education) sangat lekat dengan pendidikan luar sekolah.

Enrekang, 2 Mei 2020 — Selamat Hari Pendidikan Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *